Pandemi virus Corona yang
menyebar sejak awal tahun 2020 membuat sejumlah aktivitas mengalami perubahan.
Salah satunya adalah dunia pendidikan.
Untuk mengurangi resiko penyebaran covid-19,
sejak pertengahan Maret lalu semua sekolah hingga perguruan tinggi melakukan Pembelajaran Jarak Jauh dari rumah
secara daring (jaringan internet). Sehingga pandemi virus Corona atau covid-19
membuat proses pembelajaran jarak jauh menjadi satu-satunya opsi.
Pembelajaran Jarak Jauh atau yang biasa kita sebut PJJ adalah
kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa dan guru tidak dilaksanakan di
sekolah dengan tatap muka tetapi pelaksanaan sepenuhnya jarak jauh melalui
teknologi komunikasi, informasi dan media lainnya dengan menggunakan berbagai
alat komunikasi untuk belajar dari rumah. Sistem PJJ menjadi sistem
pembelajaran baru yang diterapkan. Saat ini PJJ yang dilaksanakan melalui online dapat menggunakan perangkat personal computer (PC)
atau laptop dan handphone Android yang mampu
terhubung dengan koneksi jaringan internet. Perangkat yang paling sering
digunakan selama proses pembelajaran dimasa pandemi ini adalah handphone Android (smartphone). Smartphone mampu
menunjang kelangsungan proses pembelajaran melalui aplikasi-aplikasi yang
dibutuhkan selama pembelajaran jarak jauh baik oleh guru ataupun siswa.
Pembelajaran jarak jauh dilakukan dengan menggunakan beberapa
pilihan aplikasi yaitu WhatsApp, aplikasi Google Meet, aplikasi Zoom dan
menggunakan Web Google Classroom. Aplikasi tersebut dipilih karena dapat
digunakan sesuai kebutuhan penggunanya.
WhatsApp dapat mengirim pesan teks, pesan
suara dan video, berbagai macam gambar/foto, video, dokumen materi pembelajaran
dan lainnya. Aplikasi Google Classroom fungsinya sama seperti WhatsApp tetapi
aplikasi tersebut biasa digunakan untuk diskusi dan mengirim tugas agar lebih
mudah dan rapi, sedangkan aplikasi Google Meet dan Zoom untuk pertemuan tatap
muka secara daring agar guru dapat melihat wajah siswanya yang memperhatikan
guru saat memberikan penjelasan materi.
Salah satu aplikasi yang sering digunakan dalam proses
pembelajaran adalah WhatsApp. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan untuk smartphone dengan menggunakan koneksi
internet (3G, 4G atau WiFi) untuk komunikasi data. Dalam WhatsApp terdapat
konten grup chat, yaitu dalam satu grup terdiri beberapa orang, serta mampu
dalam jumlah banyak. WhatsApp grup menjadi konten dalam aplikasi WhatsApp yang
saat ini sedang populer, meskipun sebelumnya sebagian orang telah
menggunakannya untuk kepentingan chat dengan
para teman atau keluarga besar.
WhatsApp sebagai salah satu media sosial yang paling
berpengaruh dan banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Para siswa baik
dari pendidikan formal maupun non formal di Indonesia pada era digital ini
sudah menggunakan aplikasi ini dalam aktivitas keseharian mereka baik di
sekolah maupun di luar sekolah. Sehingga para siswa tidak banyak mengalami
kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh yang diberikan oleh guru
melalui aplikasi WhatsApp ini dibanding menggunakan aplikasi lainnya. Guru
hendaknya lebih mengoptimalkan penggunaan media ini agar lebih sistematis,
edukatif dan interaktif. Hal ini bisa dilakukan oleh guru dengan membuat
e-modul atau membuat video maupun audio pembelajaran yang menarik bagi siswa
terlebih dahulu.
Media WhatsApp grup digunakan oleh lembaga pendidikan dari
berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan perguruan tinggi.
Para pendidik harus memberikan pengajaran dengan konsep baru, serta cara jitu
dalam mengontrol para peserta didik melalui WhatsApp grup kelas yang dibuat
oleh wali kelas.
Pada jenjang SD/MI, interaksi guru dan siswa terjadi dalam
WhatsApp biasanya guru cenderung memberikan tugas kepada siswa terkait
aktivitas membaca dan menghitung. Sebab pada kurikulum 2013 jenjang SD/MI
memiliki sistem pembelajaran berbasis TEMATIK yang integral memadukan berbagai
mata pelajaran yang memiliki tema sama. Diusianya yang masih anak-anak,
biasanya guru akan memberitahukan kepada orang tua siswa melalui WhatsApp grup
kelas yang beranggotakan para wali murid dan wali kelas yang bersangkutan.
Dalam penugasan guru biasanya menyuruh siswa untuk mengisi berbagai pertanyaan
atau latihan soal yang terdapat dalam buku cetak TEMATIK. Untuk pengumpulan
tugas guru menyuruh dikumpulkan dengan difoto, yang kemudian dikirim ke
WhatsApp grup kelas.
Pada jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK juga menggunakan WhatsApp
sebagai media pembelajaran. Guru biasanya akan memberikan materi dan penjelasan
melalui WhatsApp grup kelas yang dibuat oleh wali kelasnya. Guru juga
mengirimkan materi pelajaran dalam bentuk misalnya video, pesan suara (voice note), atau berupa file (power point
atau ms. word). Untuk penugasan guru biasanya menyuruh siswa melakukan atau
membuat sesuatu yang kreatif dengan menggunakan media online. Serta pengumpulan tugas melalui
Google Classroom atau mengirim tugas melalui chat WhatsApp ke guru yang
bersangkutan.
Pada jenjang perguruan tinggi pembelajaran dilakukan melalui
WhatsApp grup. Dengan menggunakan WhatsApp grup interaksi mahasiswa dan dosen
akan lebih mudah. Dalam penggunaannya pun mahasiswa sudah sangat paham dan
hampir semua mahasiswa mempunyai smartphone.
Pemberian materi dan penjelasan oleh dosen biasanya dilakukan dengan mengirim pesan
suara (voice note), mengirim file
(power pont atau ms. word), dan lain sebagainya. Sedangkan, untuk penugasannya
sendiri dosen lebih merujuk pada kemandirian mahasiswa, yaitu seperti membuat
video, menulis artikel atau jurnal, dan lain sebagainya yang bersifat kreatif serta inovatif yang mampu memperbanyak
pengetahuan baru.
PJJ sebagai dampak dari wabah covid-19 memang dirasa sulit
bagi sebagian orang. Pendidikan dilakukan melalui proses daring (online) berkompensasi pada biaya yang tidak
sedikit. PJJ memanfaatkan media online tentu
memiliki banyak kendala baik dari sudut pandang siswa atau guru. PJJ ini
dilakukan dengan menggunakan berbagai media online,
salah satunya ialah WhatsApp. Tetapi, siswa masih merasa kesulitan ketika
memahami materi dan guru sulit dalam menilai siswa secara obyektif. Meskipun
demikian pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi ini sebaiknya tidak
melunturkan minat belajar peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Dan
semoga pandemi ini lekas berlalu agar segala aktivitas kehidupan mampu pulih
kembali dengan baik tanpa adanya rasa ketakutan dan kekhawatiran.
Contoh Penggunan Whatsapp untuk Pembelajaran dan Cara Pemakaiannya
1. Membuat Grup Kelas
Pada Aplikasi Whatsapp memiliki fitur pembuatan grup sehingga seorang pengajar dapat membuat sebuah grup dengan beranggotakan semua siswa sehingga grup tersebut bisa diartikan sebagai kelas pada pembelajaran Online ini.
Dan grup
tersebut bebas memilki anggota sebanyak apapun dan cara penambahkan grup nya
bisa dilakukan dengan menambahkan kontak melalui admin atau menyebarkan sebuah
link grup dan semua pengguna bisa masuk grup tanpa harus konfirmasi.
Contoh Link grup Whatsapp
2.
Menggunakan Fitur Whatsapp untuk Prose Pembelajaran
Pada Whatsapp Memiliki bebarap fitur yang
sangat membantu dalam proses pembelajaran yaitu :
a.
Fitur Dokumen
Pada Fitur
tersebut kita dapat mengirim semua file dalam bentu PDF, Word, Xls dan lainnya
sehingga
memudahkan kita ketika akan mengirimkan semua materi selain itu semua pengguna
bisa menggunakan fitur ini untuk mengirimkan semua dokumen yang di butuhkan
nya.
b.
Fitur Kamera
Pada fitur tersebut kita bisa langsung menggunakan camera tanpa harus kembali ke menu Smartphone
c.
Fitur Galeri
Pada fitur
tersebut kita dapat mengirimkan semua gambar ataupun Video yang sudah tersimpan
pada galeri kita.
d.
Fitur Audio
Pada Fitur
tersebut kita semua dapat mengirimkan Music, Rekaman atau lainya yang bersifat
audio
e.
Fitur Forum
Pada fitur itu pengguna dapat membuat grup yang bisa terhubung pada Messeger (Facebook)
f.
Fitur Lokasi
Pada fitur
tersebut pengguna dapat mengirimkan lokasi yang sedang kita tempati
karena ada
beberapa pengajar yang harus mengirimkan lokasi siswa nya

g.
Fitur Kontak
Untuk
mengirimkan kontak yang kita miliki kepada pengguna lainya.
h.
Fitur Chat dan Pesan suara
Fitur ini sangat
sering digunakan dan pesan suara akan sering digunakan ketika kita melakukan
sebuah persentasi melalui media Whatsapp.
Selain itu pesan
chat dan pesan suara kita dapat meneruskan nya ke pengguna yang lain

Dari semua fitur tersebut dapat digunakan oleh semua pengguna Whatsapp dan sangat mempermudahkan kita untuk melakukan pembelajaran.
Namun
Penggunan Media Whatsapp ini kurang efektif apalgi untuk kalangan TK dan SD
yang masih belum bisa menggunakan SmartPhone sehingga harus terus didampingi
oleh orang tua, namun tidak semua orang tua bisa terus mendapingi anaknya
karena harus bekerja sehingga penggunan Whatsapp pada media pembelajaran kurang
efektif dan seorang pengajar sebaiknya tidak hanya menggunakan media whatsapp
untuk proses pembelajarannya namun harus diselangi beberapa media pembelajaran
lainya seperti Zoom, Classroom, Googlemeet, Youtube, Telegram, Ruang guru dan
banyak aplikasi lainya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar